Call for Papers, Dakwah Annual Conference (DACon) 2013, Membangun Islam Indonesia melalui Dakwah Transformatif

MEMBANGUN ISLAM INDONESIA MELALUI DAKWAH TRANSFORMATIF

Perkembangan Islam di Indonesia terus mengalami dinamika dan semakin kompleks. Sering dijumpai di masyarakat keberadaan Islam justru terkesan menimbulkan berbagai masalah baru. Kekerasan atas nama agama, korupsi oleh tokoh muslim, kemiskinan serta ketertindasan yang dialami sebagian oleh kaum muslimin adalah beberapa contoh realitas “Islam” di tengah masyarakat. Dakwah Islam sebagai salah satu pilar bagi terwujudnya Islam yang hakiki, Islam yang kaaffah, dan Islam yang rahmatan lil’aalamiin, memerlukan pendekatan yang baru yang juga bersifat menyeluruh, sesuai dengan perubahan kontekstual yang berjalan. Dalam hal demikian dakwah transformatif diperlukan di era yang serba baru ini. Beberapa cakupan yang penting untuk dipertimbangkan dalam rangka dakwah transformatif adalah sebagai berikut :

  1. DAKWAH TRANSFORMATIF MELALUI ORGANISASI ISLAM
    Keberadaan organisasi Islam sangat penting bagi eksistensi dan perkembangan Islam di Indonesia. Sejak awal abad ke-20 organisasi-organisasi Islam modern telah membuktikan peranan mereka di dalam membesarkan Islam di Indopnesia ini. Hal demikian terus berkembang seperti yang ada sekarang, betapa organisasi-organisasi Islam saling berlomba untuk mewarnai corak Islam yang berkembang di Indonesia. Di satu sisi hal ini merupakan satu sumbangan besar bagi Islam, tetapi di sisi yang lain keberadaan mereka tidak jarang menimbulkan kompetisi yang tidak sehat, bahkan menjadi sumber konflik. Oleh karena itu bagaimana mengoptimalkan organisasi Islam atau organisasi dakwah dengan meminimalkan efek-efek yang tidak penting menjadi sangat perlu menjadi perhatian kita semua.
  2. POLITIK ISLAM ANTARA DAKWAH DAN ORIENTASI KEKUASAAN
    Dalam hidup bernegara, politik merupakan sebuah kelaziman bagi setiap warga negaranya. Pentingnya sebuah ideologi dalam berpolitik menjadi pintu masuk bagi agama untuk berperang penting sebagai sebuah “ideologi” di dalam berpolitik. Di dalam negara-negara yang berbasis agama, agama sering menjadi sumber kekuatan yang besar bagi sebuah kepentingan partai politik. Hal demikian juga dialami oleh agama Islam. Realitas sejarah bahwa Nabi Muhammad berpolitik menjadi pintu masuk bagi umat Islam untuk berpolitik membangun sebuah masyarakat dan negara. Dengan mengacu kepada ajaran Nabi, maka politik seperti masa nabi menjadi satu jalan bagi gerakan dakwah Islam. Akan tetapi perkembangan yang begitu kompleks, kini, banyak kepentingan politik (partai Islam) justru bersaing dalam sebuah wilayah yang sama. Inilah yang seringkali sulit bagi umat untuk membedakan apakah politik yang digerakkan oleh para tokoh Islam itu sebagai jalan dakwah atau sekedar jalan meraih kekuasaan.
  3. PERAN MEDIA DALAM MEMBANGUN ISLAM INDONESIA
    Media massa juga mempunyai andil yang sangat penting di dalam mewarnai arah dakwah umat Islam. Media massa mampu membantu menyelesaikan kesulitan-kesulitan yang dialami oleh para da’i konvensional. Dengan media massa dakwah dapat dilakukan tanpa terikat waktu dan tempat. Akan tetapi di sisi lain yang juga harus diwaspadai adalah dampak negatif media massa pada umumnya. Perbincangan tentang dampak negatif dari media massa yang begitu panjang menjadi dasar kuat betapa umat Islam harus berhati-hati terhadap berbagai tayangan media massa. Berbagai perbuatan munkar sering muncul akibat tayangan media massa, yang justru itu merupakan tantangan utama dari aktivitas dakwah Islam. Terakhir, isu tentang komersialisasi dakwah dan da’i selebriti di media massa semakin meningkatkan kompleksitas persoalan dakwah dan media massa. Posisi media yang begitu penting dan dilematis itulah yang perlu dipikirkan bersama.
  4. MEMBANGUN KARAKTER BANGSA MELALUI KESEHATAN MENTAL
    Berbagai persoalan bangsa saat ini mengingatkan segenap insan di negeri ini, terutama umat beragama semakin prihatin. Agama yang selama ini diajarkan sebagai salah unsur satu pembangun karakter bangsa seolah tidak berkutik. Berbagai dakwah konvensional dengan berbagai inovasinya terus dilakukan, tetapi realitas kemerosotan moral bangsa ini terus menjadi sorotan. Korupsi, pencurian, pemerkosaan, dan berbagai kejahatan lain hampir setiap saat terangkat ke publik. Merujuk pada kenyataan itu, sangat penting kiranya pendampingan secara psikis dan mental untuk dipertimbangkan sebagai salah satu langkah transformasi dakwah. Bidang kesehatan mental yang kini mulai dikembangkan di dunia konseling sudah selayaknya menjadi pendekatan dalam bingkai Islam. Fungsi Kenabian sebagai penyempurna akhlak sudah selayaknya dikemukakan melalui disiplin kesehatan mental yang berbasis Islam.
  5. TANTANGAN PROFESI PENYULUH
    Peran pemerintah melalui kementerian agama dengan mengangkat Penyuluh Agama di tingkat wilayah pedesaan sangat penting artinya. Dengan biaya ditanggung oleh pemerintah, para da’i itu sangat membantu upaya peningkatan keislaman di tingkat masyarakat terbawah bersinergi dengan para da’i yang memang dengan sukarela bergerak di masyarakat. Namun demikian, posisi mereka sebagai da’i yang dibiayai oleh pemerintah perlu terus diperhatikan dan perlu peningkatan kapasitasnya. Banyak tantangan yang selama ini dihadapi oleh para penyuluh mendorong semua pihak untuk terus men-support mereka, paling tidak dalam ranah keilmuan. Mereka dituntut untuk selalu memberikan materi dakwah sesuai dengan konteks masyarakat yang berbeda; dan tentu saja membutuhkan aneka pendekatan dari berbagai disiplin ilmu yang lain.
  6. PERAN PEMERINTAH DAN TRANSFORMASI MASYARAKAT ISLAM
    Kemiskinan dan kerukunan hidup beragama menjadi masalah yang terus mewarnai dinamika masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam. Kemiskinan sebenarnya terjadi karena persoalan ketidakmerataan dan keadilan. Hal ini muncul karena adanya pergeseran orientasi kehidupan masyarakat yang serba hedonis, materialis, dan individualis sehingga kesenjangan muncul di berbagai lapisan masyarakat, termasuk di kalangan Islam. Semua itu bisa menjadi sumber konflik dalam kehidupan bermasyarakat. Akhir-akhir ini berbagai konflik di tengah masyarakat masih selalu muncul, bahkan tidak jarang diwarnai dengan simbol-simbol (mengatasnamakan) agama. Dalam hal demikian sudah saatnya pemerintah, baik pusat maupun daerah mengambil peran melalui pintu agama secara arif dan bijaksana. Munculnya beberapa perda “Syariah” di bebarapa daerah akhir-akhir ini yang sering justru menimbulkan kontroversial juga harus dievaluasi. Berbagai undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan daerah, sudah selayaknya mempertimbangkan aspek keagamaan masyarakatnya secara proporsional.
  7. PENGEMBANGAN KURIKULUM DAKWAH DI PTAI DALAM UPAYA MEMBANGUN ISLAM INDONESIA
    Sebagai perguruan tinggi yang konsen dengan persoalan ummat, sudah semestinya Fakultas Dakwah di lingkungan PTAI se-Indonesia berpadu untuk memikirkan model dakwah ke depan, sesuai dengan dinamika kehidupan masyarakat. Secara akademis, kurikulum menjadi titik berpijak bagi pengembangan studi dakwah. Oleh karena itu peninjauan kurikulum harus terus dilakukan untuk mengikuti dinamika yang ada di dalam masyarakat. Pertimbangan kondisi masyarakat dan bangsa yang berubah, perkembangan media yang terus seolah semakin “tak terkendali”, dunia perpolitikan Indonesia tak menentu, dan berbagai persoalan lain yang dihadapi bangsa yang mayoritas Islam ini sangat penting dijadikan dasar bagi arah pengembangan kurikulum di Fakultas Dakwah. Pendekatan lintas disiplin yang selama ini diterapkan menjadi potensi yang cukup untuk menjabarkan berbagai model dakwah yang diharapkan.

Narasumber :

1. Prof. Dr. Komarudin Hidayat, MA. * (Rektor UIN Jakarta)
2. Prof. Dr. Ali Mustafa Ya’qub, MA. (Imam Besar Masjid Istiqlal)
3. Prof. Dr. Ahmad Syafi’ie Ma’arif, MA. * (Guru Bangsa)

* dalam konfirmasi

Waktu dan Tempat :

Yogyakarta, 29 November – 1 Desember 2013

Ketentuan Partisipasi :

Penyaji Makalah :

  • Akademisi/peneliti yang berminat mempresentasikan karyanya dapat mengirimkan abstrak makalah dalam bahasa Indonesia sepanjang 700-1.000 kata paling akhir 18 Oktober 2013, via email: fd@uin-suka.ac.id
  • Karya yang dipresentasikan merupakan karya asli hasil penelitian lapangan ataupun telaah pemikiran, baik secara invidual maupun kelompok.
  • Abstrak makalah yang masuk akan diseleksi pada tanggal 21 – 24 Oktober 2013. Abstrak makalah yang lolos seleksi akan diumumkan pada tanggal 25 Oktober 2013, via email: fd@uin-suka.ac.id dan blog: dacon2013.wordpress.com.
  • Karya terpilih harus dilengkapi dengan makalah penuh sepanjang 5.000 – 7.500 kata, dan sudah diterima panitia via email paling lambat tanggal 15 November 2013.
  • Makalah yang dipresentasikan akan dikumpulkan dalam prosiding.

Peserta Aktif :

  • Utusan PTAI/lembaga dakwah/pribadi, dosen, mahasiswa, peneliti, dan pemerhati persoalan dakwah (bukan penyaji makalah).
  • Kontribusi sebesar Rp 350.000,- (bagi yang tdk menginap) atau Rp 700.000,- (bagi yang menginginkan menginap)
  • Pendaftaran paling akhir tanggal 15 November 2013, via email, dengan mengisi formulir online yang tersedia di blog: dacon2013.wordpress.com.
  • Pembayaran dapat ditransfer ke:
    Bank BRI No Rekening 6632-01-010620-53-4
    a.n. Khoiro Ummatin,
    bukti transfer harap dikirim ke panitia melalui email fd@uin-suka.ac.id.

Sekretariat Panitia :
Fakultas Dakwah dan Komunikasi
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Jl. Marsda Adisucipto Yogyakarta
telp : 0274-515856; fax: 0274-552230; email: fd@uin-suka.ac.id
website: dakwah.uin-suka.ac.id; blog: dacon2013.wordpress.com
contact person: 0857.2629.7576 (Irsyad)

Unduh Publikasi DACon 2013 dalam format PDF

Image Publikasi Dakwah Annual Conference (DACon) 2013

Publikasi Dakwah Annual Conference (DACon) 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s